Morning Meeting News
| OPEC Happy Harga Minyak US$75-80 / Barrel |
| Rabu, 18 November 2009 |
Jakarta - Negara-netara produsen dan pengeskpor minyak yang tergabung dalam OPEC tetap akan mempertahankan pagu produksi harian. Pasalnya harga minyak dunia yang berkisar antara US$75-US$80 per barrel dianggap memuaskan.
Menteri Perminyakan Kuwait Sheikh Ahmad Abdullah al-Sabah, kepada pers seperti yang di lansir AFP menuturkan, pertemuan OPEC pada 22 Desember mendatang di Angola diyakini tidak akan mengubah kuota minyak. Tapi jika harga menembus US$100 per barrel maka OPEC akan mendiskusikan lagi pagu produksi.
| BTN Tetap Cari Pendanaan |
| Jumat, 20 November 2009 |
Jakarta – Meski bakal mendapatkan dana dari hasil penawaran umum perdana (intial public offering/IPO) tetapi PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) tetap berupaya mencari pendanaan melalui emisi obligasi, sekuritisasi aset, dan instalment kredit untuk bisa mencapai target pertumbuhan kredit sebesar 20 persen tahun 2010.
Direktur Utama Iqbal Lantaro, pada paparan publik di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Kamis (19/11), menjelaskan, ekspansi kredit cukup agresif sehingga kebutuhan dana tak bisa dihindari. Kemungkinan obligasi yang diterbitkan berkisar Rp1-1,5 trilyun sementara sekuritisasi aset Rp500 milyar.
| Kuartal IV CIMB Niaga Bidik KPR Rp1 Trilyun |
| Jumat, 20 November 2009 |
Jakarta - PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) menargetkan penambahan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) sebesar Rp1 trilyun pada kuartal keempat tahun 2009 ini. Wakil Presiden Direktur BNGA Daniel James Rompas dalam paparan publik di Graha Niaga, Jakarta, Kamis (19/11), menyatakan, meski KPR bertambah Rp1,8 trilyun per triwulan III lalu namun secara keseluruhan angkanya mengalami penurunan 7 persen menjadi Rp12,4 trilyun dari Rp13,3 trilyun tahun lalu. Penurunan penyaluran kredit ini disebabkan portofolio yang cukup besar sementara penyaluran kredit hunian terus mengalami penurunan.
| Timah Akan Akuisisi Tambang Batubara |
| Jumat, 20 November 2009 |
Jakarta - PT Timah Tbk (TINS) membidik satu tambang batubara di Kalimantan Timur, yang memiliki cadangan minimal sebesar 50 juta ton. Diharapkan akusisi lahan tersebut bisa rampung sebelum akhir tahun 2010.
Direktur Niaga dan Pengembangan Usaha TINS Gatut Hari Prasetyo di sela acara paparan publik di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Kamis (19/11), menyatakan, lahan tambang tersebut di luar dari lahan tambang milik BHP Biliton.
Terkait dengan kemungkinan akuisisi lahan tambang milik BHP Biliton, Gatut menyatakan pihaknya tengah mempertimbangkan rencana bergabung dengan PT Bukit Asam Tbk (PTBA). Belum ada keputusan tapi PTBA sendiri dipastikan siap mengambilalih lahan tambang milik BHP Biliton.
| Divestasi Newmont Tunggu Menkeu |
| Jumat, 20 November 2009 |
Jakarta – Dirjen Mineral, Batubara, dan Panas Bumi Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bambang Setiawan menyatakan pihaknya telah menyampaikan ke Departemen Keuangan atas pengambilalihan 14 persen saham divestasi PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) oleh Pemda Nusa Tenggara Barat (NTB) dan PT Multi Capital yang tergabung dalam PT Multi Daerah Bersaing (MDB).
Transaksi jual beli saham tersebut belum bisa dilaksanakan karena masih menunggu keputusan Menteri Keuangan untuk mencabut pemberian kuasa kepada PT Aneka Tambang Tbk (Antam) yang ternyata mundur dari konsorsium. Surat pencabutan kuasa kepada Antam ini yang masih ditunggu pihak NNT.
| Capex Timah 2010 Lebih Besar Dari 2009 |
| Jumat, 20 November 2009 |
Jakarta- Belanja modal (capital expenditure/capex) PT Timah Tbk (TINS) tahun 2010 dipastikan lebih besar dari anggaran tahun 2009 yang diperkirakan menghabiskan Rp484 milyar atau berubah dari rencana semula senilai Rp1,38 trilyun.
Direktur Keuangan TINS, Krishna Syarief dalam paparan publik di Hotel Ritz Carlton Jakarta, Kamis (19/11), menjelaskan, “Di 2010 capex akan lebih besar, karena untuk working capital, rencana kita di bidang pelayaran, serta pengembangan kapasitas produksi.”
sumber pendanaan akan dipasok dari pinjaman perbankan dan kas internal. Saat ini kas perseroan hanya mencapai Rp300 milyar. Sementara pendanaan eksternal sudah ada pihakperbankan yang menawarkan.
| DEWA Bakal Rights Issue |
| Jumat, 20 November 2009 |
Jakarta - PT Darma Henwa Tbk (DEWA) berencana menggelar penambahan modal (rights issue) hingga RP600 milyar. Dana hasil penawaran umum terbatas ini akan digunakan untuk melunasi utang jangka panjang kepada institusi asing dan memperkuat modal kerja. Saat ini afiliasi PT Bumi Resources Tbk itu tengah mempersiapkan dokumen pernyataan pendaftaran yang akan disampaikan kepada Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK). Namun belum diketahui siapa yang bakal menjadi pembeli siaga (standby buyer).
| Pendapatan Timah Diprediksi Turun |
| Jumat, 20 November 2009 |
Jakarta – PT Timah Tbk (TINS) memproyeksikan pendapatan sampai akhir tahun 2009 bakal merosot menjadi Rp7,5 trilyun dari tahun 2008 sejumlah Rp9,05 trilyun. Demikian juga dengan laba bersih bakal menguap 73,1 persen yoy menjadi Rp360 milyar ketimbang tahun sebelumnya Rp1,34 trilyun.
Direktur Keuangan TINS Krishna Syarief dalam paparan publik di Ritz Carlton, Jakarta, Kamis (19/11), menuturkan, penurunan kinerja keuangan ini disebabkan merosotnya harga jual timah di pasar internasional.
Sementara untuk tahun depan, emiten pertambangan plat merah itu akan meningkatkan produksi tambang lepas pantai (offshore) karena margin yang diraih lebih besar ketimbang pertambangan darat.
——————————–
Rizky Aditama/ Danareksa