Bapepam Belum Terima Laporan BUMI
Kamis, 19 November 2009

Jakarta - Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) sampai saat ini masih menunggu laporan manajemen PT Bumi Resources Tbk (BUMI) terkait transfer dana senilai US$391 juta atas pembelian 10 persen saham PT Newmont Nusa Tenggara (NNT).

Kepala Biro PKB Sektor Riil Bapepam-LK Anis Baridwan, di Jakarta, Rabu (18/11), menegaskan pihaknya hingga kini belum menerima penjelasan BUMI sehingga belum dapat menentukan apakah transaksi tersebut material atau tidak.

“Biasanya mereka kirim surat untuk memberi kepastian apakah itu transaksi material atau tidak. Setelah diterima, nanti kami juga akan memeriksa kembali,” kata Anis.

CIMB Niaga Luncurkan KPM “Smart Luxury”
Kamis, 19 November 2009

Jakarta - PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) meluncurkan produk Kredit Pemilikan Mobil (KPM) “Smart Luxury” yang ditujukan untuk segmen premium. Presiden Direktur BNGA Arwin Rasyid usai peluncuran produk tersebut di Jakarta, kemarin (18/11), di Jakarta, mengatakan, peluncuran KPM ini memberikan keuntungan kepada nasabah karena memberikan pilihan skema pembayaran pokok pinjaman yang sangat menarik. Nasabah KPM “Smart Luxury” dapat membayar uang muka sebesar 25 persen dari harga (on the road) dan setiap bulannya hanya membayar angsuran bunga sementara pokok pinjaman baru dibayarkan pada bulan keduabelas.

Hari Ini BUMI Harus Beri Penjelasan ke Bursa
Kamis, 19 November 2009

Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memberikan batas waktu sampai Kamis ini (19/1) kepada manajemen PT Bumi Resources Tbk (BUMI) untuk memberikan penjelasan terkait dengan transfer dana senilai US$391 juta dalam rangka pembelian 10 persen saham PT Newmont Nusa Tenggara (NNT).

Direktur PEnilaian Perusahaan BEI Eddy Sugito di Jakarta, Rabu (18/11), mengungkapkan, otoritas bursa sudah melayangkan surat sejak tiga hari lalu untuk meminta penjelasan atas transfer dana tersebut.

Belum dapat ditentukan apakah transaksi yang dilakukan BUMI tergolong material atau tidak karena pembelian yang dilakukan melalui PT Multicapital dan kepemilikan BUMI di perusahaan tersebut tidak mayoritas. Jika transaksi material, maka BUMI harus meminta persetujuan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB).

BTN Tetap Fokus Pembiayaan Perumahan
Kamis, 19 November 2009

Jakarta - PT Bank Tabungan Negara (BTN) memastikan tetap fokus pada bisnis kredit pemilikan rumah bersubsidi meski akan melepas saham perdana (IPO). Pemerintah sendiri memberikan ijin pelepasan saham perseroan maksimum 30 persen dan diharapkan sektiar 60 persen dari total saham yang dilepas bisa dikuasai investor domestik. Demikian disampaikan Managing Director BTN Saut Pardede di Medan, Rabu (18/11). Dipastikan IPO tidak akan mengubah komitmen perseroan untuk membiayai KPR. Tahun depan saja BTN menargetkan pembiayaan 100.000 unit rumah bersubsidi dan 50.000 rumah komersial.

Pembagian Saham Newmont Tak Sesuai Strategi Antam
Kamis, 19 November 2009

Jakarta- Direktur Utama PT Aneka Tambang Tbk (Antam/ANTM) Alwin Syah Loebis memastikan mundurnya perseroan dari konsorsium yang akan membeli 14 persen saham PT Newmont Nusa Tenggara (NNT).

Menurut Alwin Syah, mundurnya Antam karena opsi porsi pembagian saham NNT tidak sesuai dengan strategi bisnis perseroan. “Opsi yang ditawarkan tidak sesuai dengan strategi (bisnis) kita. Kita tidak bisa ikut,” katanya. Hanya saja Alwin Syah menolak memberikan penjelasan lebih rinci.

Sementara itu, Dirjen Minerbapabum Bambang Setiawan menyatakan tidak ada kata sepakat antara Pemda Nusa Tenggara Barat dengan Antam atas opsi-opsi yang ada. “Saya juga tidak tahu alasan Antam yang menyatakan skema pembagian saham itu tidak sesuai dengan corporate strategic mereka,” kata Bambang.

BTN Siap Lepas Saham
Kamis, 19 November 2009

Jakarta - PT Bank Tabungan Negara Tbk akan melakukan penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) sebanyak 27,1 persen dalam waktu dekat. Seluruh dana hasil penawaran saham ini akan digunakna untuk pengembangan bisnis, terutama ekspansi kredit yang permintaannya terus meningkat setiap tahun. Dalam tiga tahun terakhir, rata-rata pertumbuhan kredit BTN mencapai 33,1 persen. Selama sembilan bulan pertama 2009 saja perseroan sudah menggelontorkan kredit sebesar Rp10,21 trilyun dan secara keseluruhan outstanding kredit mencapai Rp36,32 trilyun.

Keuangan BUMI Sehat Beli Saham Newmont
Kamis, 19 November 2009

Jakarta (Indofinanz) – Manajemen PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menegaskan kondisi keuangan perseroan saat ini dalam kondisi sehat. Hal ini diungkapkan Senior Vice President Investor Relations BUMI Dileep Srivastava, Rabu (18/11) sehubungan dengan keterlibatan dalam pembelian 10 persen dan 14 persen saham PT Newmont Nusa Tenggara (NNT). Hanya saja Deileep masih belum bersedia mengungkapkan lebih rinci lagi terkait dengan transaksi pembelian saham NNT. Hanya saja diharapkan publik tidak menyamakan kondisi keuangan yang dialami pemegang saham dengan kondisi keuangan perseroan.

BTN Lepas 27,08% Saham
Kamis, 19 November 2009

Jakarta - PT Bank Tabungan Negara (BTN) akan melakukan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) maksimum 2.360.057.000 helai saham biasa atas nama Seri B atau 27,08 persen dari modal ditempatkan dengan nilai nominal Rp500 per saham.

Manajemen BTN dalam prospektus ringkasnya mengungkapkan, tanggal efektif diperkirakan pada 8 Desember dan masa penawaran diprediksi dari 10-11 Desember serta pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia pada 17 Desember mendatang. Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek adalah PT Mandiri Sekuritas dan PT CIMB Securities Indonesia.

Dana hasil penawaran umum ini akan digunakan untuk memperkuat basis permodalan perseroan guna mendkung ekspansi kredit di masa mendatang.

Bookmark and Share